Tuesday, December 25, 2018

My love


Saat aku menulis ini, aku berada di rumah sakit. Tempat dimana banyak manusia sedang berjuang. Ada yang berusaha sembuh, ada yang berputus asa, ada yang meregang nyawa, dan ada pula yang menghantarkan nyawa.

Bertemu dengan seseorang yang kita kenal di Rumah Sakit akan membuat kita atau dia bertanya 'siapa yang sakit?' kali ini yang sakit adalah ayahku yang biasa kupanggil papa.

Papa nyaris 12tahun terkena stroke. 9 tahun diantaranya hanya terbaring ditempat tidur. Mama lah yang merawat papa setiap hari. 1x24 jam/7 hari dalam seminggu. Selama itu papa memang beberapa kali bolak balik rumah sakit, namun sekarang adalah kondisi papa yang paling buruk. Entah mengapa aku begitu tidak senang ketika ada orang yang bilang 'papa itu sudah lama, kamu harus ikhlas, mungkin papa masih bertahan karena ada yang belum ikhlas'. Ikhlas bagaimana yang dia maksudkan? Ikhlas melihat orang tua meninggal? Apa bisa kuikhlaskan saat tubuhnya masih hangat? Saat nafasnya masih terasa, saat rejekinya masih ada? Tidak! Tidak bisa kuikhlaskan sekarang. Aku masih berdoa pada Allah agar diangkatkan penyakit papa sampai ke akar-akarnya. Tak sedikitpun kuanggap hal itu mustahil karena tak ada yang mustahil dimuka bumi ini. Terlalu egois. Ya! Memang egois. Lantas mau apa?

Atau, kadang ada orang yang berkata 'lama sekali ayahmu sakit. Aku bertanya-tanya pada Tuhan, dosa apakah dia hingga Tuhan membuatnya seperti ini?' Duhai manusia, kenapa tak kau ingat saja apa dosamu? Tak usah kau cari-cari dosa orang lain yang hanya akan membuatmu berdosa. Bahkan Tuhan saja berkata tak ada satupun kesakitan yang tak menghapus dosa pesakit tersebut. 11 tahun dihapuskan dosa-dosa papa. Semoga jikapun papa mengakhiri hidupnya, aku berharap telah habis dosanya dan masuklah ia kedalam surga tanpa hisab.

Atau bahkan para penjenguk yang berkata 'kemarin bapak itu meninggal juga. Dia orang baik, meninggalnya tidak lama'. Apakah Indikator orang baik itu adalah proses kematiannya cepat? Ada pencuri yang baru saja mencuri dan tertabrak lalu meninggal ditempat. Ada pemabuk yang masih mabuk dan terjatuh dari atap rumah lalu mati seketika. Apakah mereka manusia suci dan layak mendapatkan predikat baik? Kenapa tak kau tahan saja ucapanmu sebagai penjenguk yang dapat menentramkan hati keluarga pasien? Ayahku bukan manusia sempurna tapi sungguh dialah cinta pertamaku yang mengajarkanku huruf hijaiyah, mengajarkanku sholat, membawaku kemanapun dia pergi dan memebesarkanku. Dialah hero ku sebagaimana kalian menganggap ayah kalian adalah hero, begitu pula aku.

Di rumah sakit ini, Kupegang tangannya yang dulu dengan tangan itulah ia menjemput rizki. Usianya yang tak lagi muda, tangannya yang kian mengkeriput, dan tubuhnya yang lemah tidak membuatku letih untuk terus mencintainya. Aku selalu gagal untuk mengingat permintaanku yang ditolak papa. Pernah suatu ketika kumeminta sepeda darinya. Tapi papa bilang papa tak mau membelikan sepeda untuk anak perempuan nya, lalu keesokan harinya saat pulang sekolah, kulihat ada otoped di depan kamarku. Ada pengganti dari permintaan yang tak dapat dipenuhi.

Aku juga ingin menceritakan seberapa besar cinta mama. Malaikat kami yang selalu berada disamping papa tak peduli apapun kondisi papa. Jika ditanya siapalah yang paling terguncang jika papa sakit? Jawabannya adalah mama. Siapa yang tak pilu mendengar tangisan ibu disepertiga malam hingga subuh. "Lihatlah sarung papa, semuanya bersih" kata mama sambil menangis. Biasanya 6 buah sarung akan kotor perhari karena mama sangat telaten mengurus papa. Sambil melipat sarung-sarung papa mama bilang : " mama pengen papa pulang. Mama minta sama Allah kesempatan untuk mengurus papa lagi". Bidadariku, baginya 11 tahun mengurus papa yang terbaring sakit belum cukup. 11 tahun nyaris tak keluar rumah tak menjadi masalah baginya. Sebulan sekali pergi ke bank hanya untuk mengambil uang pensiun saja terasa lama untuknya. Ketika diajak pergi keluar kota sebentar hanya untuk menengok cucu misalnya, selalu saja ingin cepat pulang karena tak ingin berlama-lama berpisah dengan papa. Pernah kutanya pada mama, 'ma, apa sedemikian besar cinta mama pada papa sehingga mama bertahan mengurus papa. Apakah pernah terlintas dibenak mama untuk meninggalkan papa?'. Mama menjawab, ' tak pernah terlintas dibenak mama untuk meninggalkan papa. Jikalau yang mama lakukan ini karena cinta kepada papa semata, maka sudah pasti mama telah lama meninggalkan papa. Cinta kepada manusia tak cukup kuat untuk menghadapi semua ini. Tapi mama melakukan nya karena cinta kepada Allah. Maka semua menjadi ringan dan menjadi sumber energi baru yang setiap pagi seperti terisi penuh kembali'. Mama, 'malaikat' kami dirumah yang tak sempurna namun menyempurnakan semua kepingan episode dalam hidup kami sekeluarga. Mama menjadi pondasi keluarga kami sejak lama. Menguatkan rumah kami dari berbagai hantaman dari luar maupun dari dalam. Kelak, aku ingin menjadi seperti mama dengan semua kebaikannya.

Melalui tulisan ini, aku ingin menyampaikan rasa cintaku pada kedua orangtua ku. Kepada papa, my first love, manusia pertama yang menyambutku keluar dari rahim mama, mengazaniku dan membesarkanku hingga saat ini. Kepada mama, my first friend, my best friend and my forever friend.


Tanjung uban, 25 desember 2018
With love,


Acha astecia
A daughter who has many mistake.

Saturday, December 22, 2018

Day 15 : my activities

Hari ini
Tema hari ini adalah menuliskan kegiatan seharian ini. Sebenarnya penting ga penting sih nulis ini mengingat ga ada yang baca blog gw. Bener-bener ga ada. Tapi kadang gw mgerasa seneng juga g ada yang baca. Jadi setidaknya gw bisa bebas mau nulis apapun yang gw mau. Pernah suatu ketika gw nulis dan gw masih sempet-sempetnya mikir 'kalo gw nulis ini bisa jadi viral ga ya trus gw siap ga untuk dipenjara?'. Akhirnya gw hapus lagi. Jadinya ga bebas. Tapi makin dewasa gw makin g dengerin apa kata orang. Ya sudahlah ya, setiap orang bebas berpendapat. Hari ini aku ngapain aja? Ini bullet-point nya

  • Bangun tidur. Diam sebentar. Berkedip sekitar 10 kali.
  • Jalan menuju kamar mandi. Pipis. Dan mengambil air wudhu
  • Sholat subuh
  • Tidur lagi
  • Bangun lagi dan berkedip sekitar 10 kali.
  • Cuci muka, sikat gigi dan ganti baju.
  • Menghantar kakak ke rumah sakit, lalu pergi ke pasar.
  • Pulang menghantar belanjaan
  • Pergi ke rumah sakit lagi untuk menunggu visited dokter
  • Menjemput mama dirumah untuk ke rumah sakit
  • Makan pagi sekaligus siang dengan bekal yang dibawa mama di rumah sakit.
  • Mengunjungi papa yang dirawat di ICU
  • Pulang kerumah dengan menghantar mama terlebih dahulu lalu menjemput kaka dirumah sakit dan menghantar pulang lagi.
  • Tidur siang
  • Makan sore 
  • Siap-siap ke rumah sakit.
  • Menghantar mama kerumah sakit lalu menjemoym kakak drumah untuk diantar kerumah sakit lagi.
  • Menjenguk papa. 
  • Menghantar ponakan pulang ke rumah untuk minum
  • Memberi makan kucing
  • Balik lagi ke rumah sakit. Liat papa lagi
  • Pulang kerumah
  • Sholat magrib
  • Yasinan untuk kesembuhan papa
  • Pergi ke gas station untuk isi bensin
  • Pulang ke rumah
  • Dadar telur
  • Makan
  • Mandi
  • Menulis blog sebentar
  • Tidur.
*Motor cuma 1 sehingga harus jemput antar
*Jarak dari rumah ke rumah sakit seperti dari panorama ke per3an mau k gerlong tengah (buat yang tau aja*

Sekian


Tanjung uban, 22 desember 2018


Acha astecia
A budget traveler

Friday, December 21, 2018

Day 14 : film terbaik sepanjang masa versi acha astecia



Film ya....
Banyak sih film yang tetap asik ditonton meskipun sudah menontonnya puluhan kali. Film-film ini pastinya film yang sudah cukup lama diproduksi. Kayak ninggalin kesan sendiri yang ga bisa djelaskan dengan kata-kata dan otomatis masuk kedalam memori jangka panjang.
Berikut daftar film yang patut untuk menjadi bahan pertimbangan masuk kedalam sukma yang paling dalam.

1. Harry Potter series

Tak hanya bukunya yang melejit dipasaran, film nya pun menjadi box office dibanyak negara. Harry Potter adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal dirumah bibinya bersama dengan sepupunya yang menyebalkan. Suatu hari, ia menerima surat bahwa ia diterima disekolah sihir Hogwarts. Dari sinilah petualangan itu dimulai. Kayaknya semua orang sudah tau deh mengenai film ini. Buat yg belum nonton, mendingan baca bukunya dulu. Karena lebih greget bukunya. Tapi film nya juga g kalah asik sih.

2. Me before you

Film ini juga berasal dari buku, yaitu karangan Jojo Moyes dengan judul yang sama. Mengisahkan seorang pemuda yang lumpuh akibat kecelakaan dan menginginkan mati. Namun, perawat perempuannya selalu menyemangati setiap hari dengan tingkah konyolnya.

3. Saving private ryan

Ini fav banget. Dulu waktu masih kecil nonton ini berulang-ulang. Sekarang udah jarang nonton film ini tapi bahkan sampai masih inget. Mengisahkan tentang seorang prajurit yang kehilangan 3 saudara laki-lakinya dimedan perang. Namun prajurit ini tidak tau tahu. Sehingga pemerintah mengirimkan satu pasukan untuk mencari prajurit Ryan agar dapat kembali pada Ibunya. Pasukan yang di pimpin John H. Miller (Tom Hanks) ini memulai petualangan mencari prajurit Ryan.

4. Titanic


Ga usah dibilang lagi lah ya. Semua orang pasti tau film ini. 'jack... Jack.... Come back.... Come back'.... Tau lah ya pasti.

5. Sang pemimpi

Mengisahkan tentang para pejuang mimpi yang banting tulang demi meraih cita-cita. Ada sosok ayah hebat juga yang selalu memakai pakaian terbaiknya untuk mengambil raport sang anak. Film yang luar biasa menakjubkan.

Itulah 5 film paling berkesan yang aku ingat saat ini. Mohon maaf hanya bisa menuliskan yang ingat saja, yang lupa tidak bisa dituliskan. Sampai jumpa di tema berikutnya.

tanjung uban, 21 desember 2018

Acha astecia
A budget traveler

Dicintai

Gw pernah mengalami suatu kejadian tidak menyenangkan sehingga bertolak dari sanalah tulisan ini lahir. Dimulai dengan pertanyaan yang selama ini berkecamuk dipikiran gw : mengapa ada orang yang (dengan bangsatnya) merasa senang ketika 'dicintai' banyak orang?
Sebelumnya, gw perjelas dulu. Gw juga merasa senang untuk dicintai. Dicintai keluarga, teman-teman, rekan kerja, guru atau siapapun bahkan elemen apapun yang ada dimuka bumi ini. Tapi maksud gw 'dicintai' diatas adalah orang-orang yang dengan sengaja membuat dirinya untuk dicintai oleh lawan jenis bukan karena mereka suka dengan lawan jenis tsb, tapi karena mereka senang saja jika dicintai. Gw berfikir ya jadi kayak baju aja. Dikoleksi gitu. Dan orang-orang seperti ini, tidak peduli orang lain patah hati atau tidak, menangis atau tidak, berharap atau tidak. Sungguh egois.

Sekarang gw akan mengganti kata 'mereka' dengan kata 'pria'. Ya, lebih specific. Kenapa pria? Yang bangsat kan bukan cuma pria? Jawabannya simpel, karena gw wanita. Jadi kalau permbaca adalah pria yang mengalami nasib yang sama atau setidaknya pemikiran yang sama seperti gw, pembaca bs menggantinya menjadi 'wanita'.

Pria-pria ini adalah pria-pria yang senang dengan kepopuleran lalu sembunyi dibalik statement orang-orang-yang tidak banyak tahu- tentang 'cewek itu aja yang ke-ge-er-an'. Bener-bener sial! Sudah patah hati, dibilang ge-er pula. Menyalahkan wanita seakan-akan berkata 'kalian terlalu cepat untuk menyimpulkan' atau 'aku pikir selama ini kita teman (baik). Apa-apaan itu! Tidak ada pertemanan antara perempuan dan laki-laki yang benar-benar tulus sebagai teman pada keduanya. Tidak ada! Pasti salah satu memiliki rasa! Boy, ga akan ada asap kalau ga ada api. Kamu mungkin berfikir itu adalah hal-hal yang wajar untuk dilakukan seperti curhat sampai rahasia terdalammu, perhatian akan hal-hal kecil yang sering dilakukan teman wanitamu, berkata super halus dengan tatapan mata tajam, intens komunikasi dan lain sebagainya. Kamu menganggap itu semua biasa. Kamu tidak mungkin tidak sadar kalau teman wanitamu (akan) menyukaimu. Bohong besar jika kamu tidak tau. Tapi, kamu (dengan sengaja) melakukannya.

Kamu perlu tau kalau menjadi pribadi yang dicintai banyak wanita dengan cara seperti itu sangatlah menyedihkan (bukan sesuatu yang membanggakan seperti yang kamu pikir). Ketika kamu meluluhlantakkan hati seseorang aku yakin hatimu juga retak dengan perlahan dan suatu saat hatimu  juga akan hancur berkeping-keping dan pada saat itu tiba, kamu akan sendirian. Hati-hati yang telah kamu hancurkan dulu sudah kembali utuh dan sembuh meski dengan waktu yang lama. Bahkan ada beberapa yang tak kunjung sembuh namun sudah sumuk dengan perbuatanmu. Dan aku berharap, tidak ada lagi orang yang tulus mendengarkanmu. Semoga kamu bertemu dengan Wanita yang punya 'visi dicintai' seperti dirimu saat kamu sedang tulus-tulusnya.

tanjung uban, -kalau dari note tanggal 4 April 2018

Acha Astecia
A budget traveler

Day 13 : seorang wanita yang (mencoba) berbicara tentang memasak

Selain traveling yang selalu dibahas, aku juga menyukai kegiatan memasak. Memasak adalah seni. Bahkan jika ada resep dibuku resep, kita tak dapat melulu menjiplak bahan dan cara seperti yang tertera. Tetap harus ada naluri-naluri yang muncul.

Misal ketika memilih bahan. Pilihlah bahan yang segar, jika tidak ada, bisa digantikan dengan yang lain. Bahan yang segar mempengaruhi kualitas rasa. Bahkan, berbeda merk saja juga mempengaruhi. Bukan berati yang mahal adalah yang paling baik. Namun biasanya harga memanglah tolak ukur suatu kualitas dikatakan baik. Ibu-ibu yang membeli sesuatu dengan harga yang sedang (tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah) biasanya sudah mengerti pasar. Sebagian product banyak menghabiskan biaya di biaya promosi. Belilah berdasarkan mutu dan kualitas rasa yang kita sukai, bukan berdasarkan harga. Biasanya, butuh jam terbang yang tinggi untuk mengerti peradaban pasar. Dikatakan mahal adalah ketika harga tinggi dan kualitas rendah atau biasa saja. Namun, jika kualitas bagus sekali dan harga tinggi, itu sih wajar. Worth it lah.

Setelah berbelanja, urusan bersih membersihkan juga tak kalah menarik. Jika ingin langsung dimasak, maka cucilah daging yang berdarah itu langsung. Namun jika akan dimasak keesokan harinya atau pada waktu yang belum ditentukan, maka masukkanlah daging kedalam freezer tanpa mencucinya terlebih dahulu agar dagingnya masih terasa lbh segar dibandingkan dicuci dan langsung dimasukkan kedalam kulkas. Bagaimana dengan sayuran? Sayuran yang berkulit seperti terong, gambas, atau mentimun dapat terlebih dahulu dicuci kulitnya lalu potong dan langsung masak tanpa mencucinya kembali. Kalau kangkung dan bayam bagaimana? Potong dahulu, cuci dan kemudian masak.

Prepare bahan. Mempersiapkan semua bahan terlebih dahulu lalu memasaknya juga tidak baik. Misalnya terong. Kalau memotongnya dan tidak memasaknya langsung juga tidak baik. Terong akan menghitam dan rasanya juga akan berbeda. Kalau di tipi-tipi ada yang bantu chef untuk prepare bahan.

Cara masak. Terlalu matang dapat merusak bahan dan mengurangi gizi nya. Mentah juga tidak baik karena masih banyak bakteri yang terdapat didalamnya. Masaklah dengan penuh kehangatan cinta #ea

Penyajian. Kalau liat sesuatu yang menarik dimata pasti seneng kan ya. Misalnya liat cowok ganteng atau liat cowok ganteng yang abis wudhu atau liat cowok ganteng yang abis wudhu pake sarung dan peci. Seperti itu pula dengan penampilan makanan. Makanan yang memiliki penyajian yang baik akan lebih mengundang selera.

Ini ngomongin soal masak memasak padahal bukan blog masak-memasak, bukan pula koki handal atau pejabat catring. Aku hanyalah manusia yang belajar dari orang terdahulu dan belajar konsisten menulis meskipun g konsisten dan tetap terus mencoba.

Akhir kata, wassalamu'alaykum wr.wb

Tanjung Uban, 21 desember 2018

Acha astecia
A budget treveler

Wednesday, December 19, 2018

Day 12 : Alhamdulillah

Bicara soal menuliskan keberkahan yang didapatkan dalam hidup kita adalah hal yang mustahil. Terlalu banyak, terlalu besar, terlalu indah. Bingung dengan arti berkah itu sendiri akhirnya aku menanyakan pada mama dan kakakku. Menurut mama yang sudah makan asam garam kehidupan selama 53 tahun berkah itu adalah hal-hal yang diridhoi Allah. Mama sendiri memberikan contoh berkah menurut versinya : misalnya ada pencuri yang berhasil mencuri harta yang bukan miliknya, apakah Allah izinkan dia mendapat harta tersebut? Iya! Allah izinkan karena semua yang ada dialam semesta ini atas izin Allah. Tapi apakah hartanya berkah? Tidak? Karena pasti dia tidak mendapat ridho dari Allah. Mama juga menambahkan bahwa sesuatu yang baik itu belum tentu benar tapi sesuatu yang benar sudah pasti baik. Ini bukan kata mama Dedeh loh ya. Ini kata mama Itah. Mamah terbaik sepanjang sejarah versi Acha Astecia.

Berkah menurut public figure versi acha Astecia adalah menurut Astrie Pusphita, berkah itu adalah bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Indikator nya adalah cukup. Rezeki boleh sedikit, tapi apabila berkah akan terasa lapang dan selalu cukup. Ilmu boleh sedikit, tapi yang sedikit itu bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Tahun ini ada banyak kejadian yang kuanggap sebagai keberkahan yang Allah berikan padaku.

1. Resign

Memutuskan untuk resign, menyadari bahwa segala sesuatunya akan bermula dari nol kembali adalah hal yang tidak mudah. Dengan ridho dan dukungan orang tua juga keluarga akhirnya keputusan itu dibuat. Banyak yang menyayangkan, banyak yang menyesalkan, banyak yang menyimpan kecewa dan semua itu adalah tanda sayang dan peduli. Suatu keberkahan mendapatkan dukungan dan omelan tanda sayang tersebut. Allah sangat baik mempermudah semuanya.

2. Belajar lagi.

Belajar kembali di kampung inggris, Pare adalah hal yang luar biasa yang terjadi tahun ini. Bertemu dengan teman seluruh Indonesia yang punya tujuan yang sama merupakan pengalaman tak terlupakan. Lolita, Mei, Vian, Novi, Azka, ah terlalu banyak disebutkan satu persatu. Terlalu banyak dan terlalu berkesan. Benar kata Siro, orang-orang yang ke kampung inggris mempunyai tujuan yang berbeda. Sedikit nya ada 3 tipe tujuan :

a. Menunggu panggilan kerja atau mengisi masa liburan.

b. Melarikan diri.

c. Belajar.

Dan yang siro bilang itu bener 100%. Orang- orang yang kutemui dsana adalah orang-orang dengan salah satu niat diatas. Aku kategori yang mana? Tentu saja yang niat belajar. Dari dulu ingin sekali ke Pare, dari jaman kuliah. Namun belum terwujud. Allah tentu saja masih menyimpan doa itu. Terwujud ditahun 2018. Alhamdulillah.

3. Berkumpul bersama teman lama.

Definisi teman lama disini adalah teman yang sudah lama tidak bertemu. Siro dan Santi yang datang keliling Bintan. Lalu bertemu teman-teman semasa kuliah dulu. Tertawa bersama. Menceritakan hal-hal konyol yang dilakukan saat masih muda. Saling memeluk dan menyapa anak-anak mereka(bagi mereka yang sudah menikah tentunya). Ah, betapa bersyukur nya saat itu. Juga saat reuni teman-teman se-genk di Jogja. Alhamdulillah. Sangat bersyukur.

4. Nambah ponakan baru.

Nambah ponakan aja sudah senang dan bersyukur apalagi punya anak sendiri. Seperti doa aang saat aku ulang tahun : moga diumur yang ini bisa punya anak ya.

5. Bisa keliling pulau jawa. 

Tahun ini passport mungkin ga ada capnya. Tapi banyak kota dijawa yang sudah dijelajahi. Namanya satu daratan yang kemana-mana bisa pake kereta dan murah. Sayang untuk dilewatkan. Sedikit cape, sedikit desak-desakan asal bisa sampai, tidak menjadi masalah. Uang tidak menjadi masalah yang paling penting adalah yang paling murah.

Sudah dulu ya. Sudah ngantuk

Tanjung uban, 19 desember 2018

Acha astecia
A budget traveler.

Friday, December 14, 2018

Day 11 : kalau saja

Aku berusaha untuk tidak menyesal dalam setiap keputusan. Namun, dalam hidup ini mungkin ada banyak hal yang ingin diulang untuk sekedar memperbaiki suatu kondisi agar tak ada penyesalan dikemudian hari. Aku juga pernah mengalami kondisi yang lebih baik menyesal mengambil langkah 'ini' daripada menyesal tidak mengambil langkah 'itu'. Namun jika boleh memilih Masa-masa yang sebenarnya ingin kuulang adalah saat kuliah. Aku merasa aku salah jurusan. Pelarianku adalah organisasi. Aku menyesal bukan karena organisasinya namun aku harusnya lebih giat belajar dan mengejar mimpi-mimpi diusia yang masih muda. Kenapa dulu aku hidup seperti mengalir saja. Rasanya apa yang telah kulakukan selama ini belum ada effect apa-apa. Belajar lebih giat sehingga dapat membuka peluang untuk menggapai mimpi. Kadang hidup butuh ambisi namun bukan ambisi yang menghalalkan segala cara. Sebenarnya mungkin karena dulu aku kurang percaya dengan mimpiku. Namun sekarang satu persatu doaku telah dikabulkan, aku malah menyesal tidak melakukan nya sejak usia ku masih muda. Ah, hidup. Selalu saja seperti ini. Barangkali jika aku mengambil langkah yang kuinginkan saat ini aku juga menyesal dalam hal lain. Barangkali aku hanya kurang bersyukur.

Hal lain adalah ketika aku berkata pada temanku 'coba saja hubungan itu, siapa tau berhasil'. Hubungan yang aku tau takkan pernah berakhir bahagia jika tak ada yang bisa mengalah. Bukan, bukan mengalah, lebih tepatnya memahami dan mempercayai hal lain yang berbeda dari pengetahuan dan kepercayaan yang dibawa sejak lahir. Andaikata dulu aku berkata ' jangan memulai  sesuatu yang berujung pada kesedihan' mungkin saat ini temanku sudah tertawa bahagia. Saat itu aku berharap ia akan bahagia, padahal yang ia rasakan adalah kebahagiaan semu. Fatamorgana yang mengalahkan akan sehat.

Ah, hidup. Terlalu banyak memandang kebelakang beresiko menyalahkan diri sendiri. Melaju begitu saja kedepan juga rawan untuk tertabrak kesalahan yang sama.

Tanjung Uban, 14 desember 2018

Acha astecia
A budget traveler

Padang ke Medan Jalur Darat

  Saya dan teman memutuskan untuk pergi ke Medan jalur darat. Ada satu alasan utama dalam pengambilan keputusan ini, yaitu Antigen. Kami kha...